Home » BMR » Kota Kotamobagu » Terapkan Program Sekolah Ramah Anak,Sekot Kota-Kotamobagu Sambangi SMPN 4

Terapkan Program Sekolah Ramah Anak,Sekot Kota-Kotamobagu Sambangi SMPN 4

Kotamobagu,Si.co – Didampingi Sekretaris Daerah Kota-kotamobagu,Adnan Masinae,Sekretaris Dinas Pendidikan,dan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan, rombongan melihat lebih dekat penerapan sekolah ramah anak,”Kamis (1/11/18).

Program Sekolah Ramah Anak – yang menjadi bagian dari Kota Layak Anak, sebagaimana dijelaskan Deputi Tumbuh Kembang Anak KPPPA Lenny N Rosalin, bertujuan mengantisipasi aksi kekerasan anak di dunia pendidikan.

Sekretaris Kota-kotamobagu Adnan Masinae Mengatakan,Dalam proses belajar mengajar, guru harus menghindari hukuman secara fisik pada anak-anak yang melakukan kesalahan dan lebih mengedepankan upaya dan pendekatan yang lebih komunikatif sehingga membuat anak merasa nyaman.

“Jangan sampai di rumah disayang-sayang, di sekolah dibentak-bentak guru sehingga anak trauma tidak mau sekolah. Intinya pihak sekolah memberikan hak anak secara penuh. Terpenting, selama proses kegiatan belajar mengajar tidak boleh ada kekerasan fisik dan psikis,” kata Sekot.

Masinae menjelaskan, tak mudah membangun sekolah ramah anak. Ini mencakup SDM guru, proses belajar mengajar yang menyenangkan, fasilitas sekolah, infrastruktur, kantin, bahkan taman sekolah dan alat bermain untuk anak-anak sekolah pun harus aman.

“Kegiatan yang dilakukan di dalam Sekolah Ramah Anak tentunya dapat menunjang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat,” ujarnya. Program SRA ini juga bertujuan mengantisipasi aksi kekerasan anak di dunia pendidikan. Situasi yang tidak ramah anak bisa membentuk karakter anak, tambahnya.

Kepala sekolah SMP Negeri 4 Kotamobagu, Erni Mokodompit M.Pd,menjelaskan, di sekolah yang dipimpinnya selama proses belajar mengajar, guru melibatkan partisipasi siswa sehingga guru tidak hanya memberi ceramah saat mengajar.

Pihak sekolah juga memberikan perlindungan pada siswa, seperti dengan penjagaan satpam dan polisi di lingkungan hingga depan sekolah untuk menyeberangkan anak agar anak merasa aman dan nyaman.

“Di dalam kelas, kami terapkan agar anak bisa bersikap ramah dengan sesama teman dan guru, guru juga ramah pada anak didiknya dan sesama guru. Jadi anak jangan sampai bertengkar dengan temannya di kelas maupun dengan sekolah lain,” paparnya.

Di sekolah, katanya, menerapkan 3S (senyum, salam, dan sapa) untuk selalu disertakan dalam aktivitas di sekolah.  Sebelum masuk sekolah atau kelas, guru, murid, karyawan harus selalu saling senyum, sapa dan salam. “Kita sangat menghargai hak-hak anak. Dan terbukti konsep ini dapat mengurangi angka kenakalan remaja,” katanya

Selain itu, para orang tua dan para murid juga memiliki nomor kontak setiap guru dan wali kelas untuk memudahkan komunikasi atau konsultasi terkait perkembangan anak,”Tutup Erni.(tr-01).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Dugaan Penyimpangan pada Disperdagkop UKM Kotamobagu, Polres Segera Gelar Perkara

SI.co, HUKRIM – Gelar perkara dugaan penyalagunaan jabatan, serta penyimpangan pada retribusi pelayanan pasar, dilingkup ...