Home » Berita » Dianggap Memberatkan, Pedagang Pasar 23 Maret Kotamobagu Tolak Perda Retribusi

Dianggap Memberatkan, Pedagang Pasar 23 Maret Kotamobagu Tolak Perda Retribusi

Kotamobagu, SI – Pasca diberlakukannya Peraturan Daerah (Perda) Kota Kotamobagu Nomor 7 tahun 2017 tentang perubahan atas peraturan daerah nomor 13 tahun 2012 tentang retribusi pelayanan pasar, oleh pedagang yang ada di Pasar 23 Maret ditolak.

Menurut mereka, Perda tentang penagihan retribusi itu tidak pro rakyat. “Penagihan retribusi ke pedagang yang ada di Pasar Serasi dan 23 Maret oleh Pemerintah Kotamobagu itu tidak pro rakyat,” kata Fahmi salah satu pedagang di Pasar 23 Maret Kotamobagu kepada media SuaraIndonesia.co.

Penagihan itu tidak sesuai dengan penghasilan kami sehari-hari, jika yang ditetapkan pemerintah kotamobagu itu sesuai dengan hasil kesepakatan rapat sebelumnya, tentu itu masih seimbang dengan penghasilan kami, pungkas Fahmi menjelaskan, Selasa (12/12/17).

Diketahui, dalam Perda itu pemilik ruko untuk kelas I dikenakan biaya Rp. 19.000/bulan dan Rp. 12.000/bulan untuk kelas II dengan sewa lapak bagi yang menempati kios Rp. 3.000/ hari untuk meja beton dan stanless serta Rp. 2.000/hari untuk meja kayu./gambar ilustrasi sumber google (mad)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Gelar Orientasi Fungsionaris,|Partai Golkar Targetkan Menang Di Pileg 2019

Kotamobagu,Sl.co – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Sulawesi-utara (Sulut) menggelar orientasi fungsionaris ...